Semua dokumen & panduan

Dokumentasi & Regulasi Guru SD

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

Kumpulan jawaban atas pertanyaan yang paling sering ditanyakan guru SD seputar administrasi dan kurikulum.

Penerapan regulasi dan administrasi baru sering kali memunculkan berbagai kebingungan bagi para pendidik di sekolah dasar. Halaman ini merangkum jawaban-jawaban ringkas atas pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh guru kelas SD di lapangan.

Gunakan menu pencarian cepat (Ctrl + K) untuk menemukan kata kunci pertanyaan Anda secara instan di platform ini.

Pertanyaan Seputar Kurikulum

Apakah guru wajib menyusun modul ajar yang tebal?

Tidak. Perencanaan pembelajaran boleh berupa RPP atau modul ajar. Standar Proses hanya meminta dokumen itu paling sedikit memuat tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Anda juga boleh memakai atau menyesuaikan contoh yang sudah tersedia.

Apakah P5 masih dilaksanakan?

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tidak lagi memakai istilah P5. Yang diatur adalah kokurikuler, yang dapat berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lainnya. Penjelasannya ada di halaman Panduan Umum Kokurikuler.

Berapa tema kokurikuler yang wajib dilaksanakan SD?

Tidak ada jumlah tema yang diwajibkan. Tema dikembangkan sekolah sendiri; yang ditetapkan adalah alokasi waktunya per tahun: 216 JP untuk kelas I dan II, 252 JP untuk kelas III sampai V, dan 224 JP untuk kelas VI.

Apakah Bahasa Inggris wajib di SD?

Ya, mulai kelas III. Alokasinya 2 JP per minggu.

Apakah semua SD harus mengajarkan Koding dan Kecerdasan Artifisial?

Tidak. Ini mata pelajaran pilihan di kelas V dan VI. Sekolah menyediakannya sesuai sumber daya yang dimiliki, dan murid memilih sesuai minat.

Pertanyaan Seputar Administrasi

Di mana guru bisa mengunduh file draf administrasi kosong siap pakai?

Anda dapat mengunduh seluruh contoh program tahunan (Prota), program semester (Promes), format jurnal harian, dan tabel rekap nilai di halaman Kumpulan Template Siap Pakai.

Apakah nilai asesmen formatif ikut dihitung dalam nilai akhir rapor?

Tidak. Hasil asesmen formatif dipakai sebagai umpan balik untuk memperbaiki pembelajaran. Nilai rapor diolah dari asesmen sumatif.

Apakah hasil kokurikuler punya rapor sendiri?

Tidak. Hasil kokurikuler ditulis dalam kolom tersendiri pada rapor hasil belajar.