Dokumentasi & Regulasi Guru SD
Pembelajaran Mendalam
Penjelasan pendekatan pembelajaran mendalam di SD, meliputi tiga prinsip, tiga pengalaman belajar, dan cara menerapkannya di kelas.
Pembelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang termuat dalam kerangka dasar kurikulum (Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025). Tujuannya agar murid tidak berhenti pada hafalan, tetapi memahami, mampu menerapkan, dan merefleksikan apa yang dipelajarinya.
Tiga Prinsip Pembelajaran
Standar Proses (Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026) menetapkan tiga prinsip yang perlu hadir dalam proses pembelajaran:
- Berkesadaran: Murid memahami tujuan pembelajarannya, sehingga termotivasi, aktif belajar, dan mampu mengatur diri.
- Bermakna: Murid dapat menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan nyata, secara kontekstual, atau dalam kaitannya dengan bidang ilmu lain.
- Menggembirakan: Proses belajar berlangsung positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi.
Tiga Pengalaman Belajar
Prinsip di atas diwujudkan lewat tiga pengalaman belajar yang dialami murid:
- Memahami: Murid membangun pengetahuan tentang konsep yang dipelajari. Contoh: mengamati bagian tumbuhan di halaman sekolah dan menamai fungsinya.
- Mengaplikasi: Murid memakai pengetahuan itu dalam situasi nyata. Contoh: merawat tanaman kelas berdasarkan apa yang diketahui tentang kebutuhan tumbuhan.
- Merefleksi: Murid menilai proses dan hasil belajarnya sendiri. Contoh: menuliskan apa yang berhasil, apa yang sulit, dan apa yang akan dicoba berikutnya.
Contoh kegiatan pada tiap butir adalah ilustrasi dari kami untuk konteks kelas SD.
Empat Hal yang Mendukung
Penerapan pembelajaran mendalam ditopang oleh empat hal:
- Praktik pedagogis: Strategi mengajar yang mendorong murid aktif, misalnya pembelajaran berbasis masalah atau projek.
- Lingkungan belajar: Suasana kelas yang aman dan nyaman, sehingga murid berani mencoba dan tidak takut salah.
- Pemanfaatan digital: Teknologi dipakai untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan sekadar mengganti papan tulis.
- Kemitraan pembelajaran: Orang tua, masyarakat, dan komunitas dilibatkan sebagai sumber belajar.
Cara Menerapkannya di Kelas
Sampaikan Tujuan Belajar
Jelaskan kepada murid apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting, dengan bahasa yang mereka pahami.
Ajukan Pertanyaan Pemantik
Gunakan pertanyaan terbuka yang mengundang murid berpikir, misalnya "Mengapa daun selalu berada di bagian atas tumbuhan?".
Beri Tugas yang Nyata
Rancang kegiatan yang membuat murid memakai pengetahuannya, seperti mengukur, membandingkan, membuat, atau memecahkan masalah di sekitar mereka.
Sediakan Waktu Refleksi
Tutup pembelajaran dengan mengajak murid menceritakan apa yang dipelajari dan apa yang masih membingungkan.
Dokumen Terkait dalam Bagian Ini
Alat Kerja Terkait di Guru Kampung (Gratis)
Langsung gunakan alat bantu kerja harian berikut untuk mempraktikkan isi panduan di atas: