[{"data":1,"prerenderedAt":137},["ShallowReactive",2],{"dokumen-\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fpembelajaran-berdiferensiasi":3,"dokumen-siblings-\u002Fdokumen\u002Fkurikulum":108},{"id":4,"title":5,"body":6,"description":100,"extension":101,"meta":102,"navigation":103,"path":104,"seo":105,"stem":106,"__hash__":107},"dokumen\u002Fdokumen\u002F4.kurikulum\u002F4.pembelajaran-berdiferensiasi.md","Pembelajaran Berdiferensiasi",{"type":7,"value":8,"toc":85},"minimark",[9,13,19,24,27,32,35,39,47,51,54,58,61],[10,11,12],"p",{},"Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan mengajar yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Melalui pendekatan ini, guru memfasilitasi siswa berdasarkan tingkat kesiapan belajar, minat, dan gaya belajar mereka yang unik.",[14,15,16],"tip",{},[10,17,18],{},"Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti guru harus membuat 30 rencana pembelajaran yang berbeda untuk 30 siswa di dalam kelas Anda.",[20,21,23],"h2",{"id":22},"tiga-strategi-diferensiasi-kelas","Tiga Strategi Diferensiasi Kelas",[10,25,26],{},"Anda dapat menerapkan salah satu atau kombinasi dari tiga strategi diferensiasi berikut dalam pembelajaran harian di kelas sekolah dasar:",[28,29,31],"h3",{"id":30},"_1-diferensiasi-konten-materi-ajar","1. Diferensiasi Konten (Materi Ajar)",[10,33,34],{},"Menyesuaikan materi yang dipelajari siswa berdasarkan kesiapan belajarnya. Sebagai contoh, saat belajar perkalian, siswa kelompok mahir langsung mengerjakan soal cerita, sementara kelompok dasar menggunakan bantuan alat peraga konkret (seperti biji-bijian).",[28,36,38],{"id":37},"_2-diferensiasi-proses-cara-belajar","2. Diferensiasi Proses (Cara Belajar)",[10,40,41,42,46],{},"Menyediakan instruksi dan pendampingan yang bervariasi selama proses eksplorasi kelas. Guru memberikan bimbingan intensif kepada siswa yang lambat membaca (",[43,44,45],"em",{},"slow learner","), sementara siswa yang mandiri diarahkan belajar secara berpasangan.",[28,48,50],{"id":49},"_3-diferensiasi-produk-hasil-karya","3. Diferensiasi Produk (Hasil Karya)",[10,52,53],{},"Memberikan kebebasan bagi siswa untuk mendemonstrasikan pemahaman konsep mereka melalui berbagai media. Siswa dapat memilih membuat poster gambar, menulis laporan pendek, atau merekam presentasi suara sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran.",[20,55,57],{"id":56},"langkah-awal-penerapan-bagi-guru","Langkah Awal Penerapan bagi Guru",[10,59,60],{},"Penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebaiknya diawali dengan pemetaan profil siswa secara berkala:",[62,63,64,68,71,75,78,82],"steps",{},[28,65,67],{"id":66},"lakukan-pemetaan-awal","Lakukan Pemetaan Awal",[10,69,70],{},"Lakukan asesmen awal sebelum memulai materi baru untuk mengetahui kesiapan belajar siswa Anda, misalnya kemampuan membaca dan berhitung dasar.",[28,72,74],{"id":73},"rancang-kegiatan-berjenjang","Rancang Kegiatan Berjenjang",[10,76,77],{},"Susun perencanaan pembelajaran dengan menyiapkan instruksi tambahan atau tingkat kesulitan soal yang bervariasi di kelas.",[28,79,81],{"id":80},"kelola-kelompok-belajar","Kelola Kelompok Belajar",[10,83,84],{},"Bagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil yang fleksibel berdasarkan tingkat pemahaman materi yang sedang diajarkan.",{"title":86,"searchDepth":87,"depth":87,"links":88},"",2,[89,95],{"id":22,"depth":87,"text":23,"children":90},[91,93,94],{"id":30,"depth":92,"text":31},3,{"id":37,"depth":92,"text":38},{"id":49,"depth":92,"text":50},{"id":56,"depth":87,"text":57,"children":96},[97,98,99],{"id":66,"depth":92,"text":67},{"id":73,"depth":92,"text":74},{"id":80,"depth":92,"text":81},"Konsep pembelajaran berdiferensiasi di SD, penerapan diferensiasi konten, proses, dan produk di kelas.","md",{},true,"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fpembelajaran-berdiferensiasi",{"title":5,"description":100},"dokumen\u002F4.kurikulum\u002F4.pembelajaran-berdiferensiasi","8lxWDOJGeRHeyv6SXin_HmjLnzfGZcd08pp9izH60ic",[109,112,115,118,121,122,125,128,131,134],{"path":110,"title":111},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002F.navigation","Kurikulum",{"path":113,"title":114},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fpengenalan","Pengenalan Kurikulum",{"path":116,"title":117},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fstruktur-kurikulum-sd","Struktur Kurikulum SD (Fase A, B, C)",{"path":119,"title":120},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fcapaian-pembelajaran-cp","Capaian Pembelajaran (CP)",{"path":104,"title":5},{"path":123,"title":124},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fasesmen","Asesmen (Formatif dan Sumatif)",{"path":126,"title":127},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002F.navigation","Kokurikuler",{"path":129,"title":130},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fpanduan-umum","Panduan Umum Kokurikuler",{"path":132,"title":133},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fcontoh-tema-kegiatan","Contoh Tema & Kegiatan per Fase",{"path":135,"title":136},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fasesmen-pelaporan","Asesmen & Pelaporan Kokurikuler",1793382565485]