[{"data":1,"prerenderedAt":148},["ShallowReactive",2],{"dokumen-\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fasesmen":3,"dokumen-siblings-\u002Fdokumen\u002Fkurikulum":119},{"id":4,"title":5,"body":6,"description":111,"extension":112,"meta":113,"navigation":114,"path":115,"seo":116,"stem":117,"__hash__":118},"dokumen\u002Fdokumen\u002F4.kurikulum\u002F5.asesmen.md","Asesmen (Formatif dan Sumatif)",{"type":7,"value":8,"toc":103},"minimark",[9,13,19,24,27,44,47,53,57,60,64,67,70,74,94],[10,11,12],"p",{},"Asesmen adalah bagian dari proses pembelajaran, bukan kegiatan terpisah di akhir. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (edisi revisi 2025) membaginya menjadi dua jenis: formatif dan sumatif, dengan penekanan pada asesmen yang autentik dan menyeluruh.",[14,15,16],"important",{},[10,17,18],{},"Hasil asesmen formatif dipakai untuk umpan balik, bukan untuk menentukan nilai rapor atau kenaikan kelas. Nilai rapor diolah dari asesmen sumatif.",[20,21,23],"h2",{"id":22},"asesmen-formatif","Asesmen Formatif",[10,25,26],{},"Asesmen formatif memberi informasi bagi guru dan murid untuk memperbaiki proses belajar. Bentuknya ada dua:",[28,29,30,38],"ul",{},[31,32,33,37],"li",{},[34,35,36],"strong",{},"Asesmen di awal pembelajaran:"," Dilakukan untuk mengetahui kesiapan murid sebelum mempelajari suatu materi. Hasilnya dipakai guru untuk menyesuaikan pembelajaran, termasuk pengelompokan dalam pembelajaran berdiferensiasi.",[31,39,40,43],{},[34,41,42],{},"Asesmen selama proses pembelajaran:"," Dilakukan di tengah atau di akhir langkah pembelajaran untuk memantau perkembangan murid dan memberi umpan balik dengan cepat.",[10,45,46],{},"Asesmen awal sebelum memulai suatu materi lebih ditekankan daripada asesmen di awal tahun ajaran, yang sifatnya opsional.",[48,49,50],"note",{},[10,51,52],{},"Istilah \"asesmen diagnostik\" dalam panduan dipakai untuk pendidikan khusus, yaitu untuk menentukan fase belajar murid di SLB atau sekolah inklusif.",[20,54,56],{"id":55},"asesmen-sumatif","Asesmen Sumatif",[10,58,59],{},"Asesmen sumatif mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan menjadi dasar pelaporan hasil belajar. Guru dapat melakukannya di akhir satu lingkup materi atau di akhir semester, sesuai kesepakatan sekolah.",[20,61,63],{"id":62},"kriteria-ketercapaian-tujuan-pembelajaran","Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran",[10,65,66],{},"Sebelum memilih instrumen, tetapkan dulu bukti apa yang menunjukkan murid sudah mencapai tujuan pembelajaran. Kriteria ini disusun bersamaan dengan perencanaan pembelajaran dan disampaikan kepada murid supaya mereka tahu apa yang diharapkan.",[10,68,69],{},"Salah satu caranya adalah rubrik dengan empat tahap pencapaian: baru berkembang, layak, cakap, dan mahir. Setiap tahap diberi deskripsi yang menjelaskan performa murid.",[20,71,73],{"id":72},"tips-menyusun-instrumen-asesmen-sd","Tips Menyusun Instrumen Asesmen SD",[28,75,76,82,88],{},[31,77,78,81],{},[34,79,80],{},"Gunakan teknik yang beragam:"," Observasi, unjuk kerja, projek, portofolio, dan tes tertulis saling melengkapi. Jangan hanya mengandalkan pilihan ganda.",[31,83,84,87],{},[34,85,86],{},"Libatkan murid:"," Asesmen diri dan asesmen antarteman melatih murid memantau kemajuan belajarnya sendiri.",[31,89,90,93],{},[34,91,92],{},"Jadikan satu dengan pembelajaran:"," Asesmen formatif berlangsung bersamaan dengan kegiatan belajar, bukan menyita waktu tersendiri.",[10,95,96,97,102],{},"Cara mengolah hasil asesmen menjadi nilai rapor dibahas di halaman ",[98,99,101],"a",{"href":100},"\u002Fdokumen\u002Fadministrasi\u002Fpengolahan-nilai-buku","Pengolahan Nilai & Buku Nilai",".",{"title":104,"searchDepth":105,"depth":105,"links":106},"",2,[107,108,109,110],{"id":22,"depth":105,"text":23},{"id":55,"depth":105,"text":56},{"id":62,"depth":105,"text":63},{"id":72,"depth":105,"text":73},"Panduan membedakan asesmen formatif dan sumatif di kelas SD, termasuk asesmen awal dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.","md",{},true,"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fasesmen",{"title":5,"description":111},"dokumen\u002F4.kurikulum\u002F5.asesmen","CA3If2-eROA3uEA9lPl2SmjP_n_mWgcInXY-C4bNX1I",[120,123,126,129,132,135,136,139,142,145],{"path":121,"title":122},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002F.navigation","Kurikulum",{"path":124,"title":125},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fpengenalan","Pengenalan Kurikulum",{"path":127,"title":128},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fstruktur-kurikulum-sd","Struktur Kurikulum SD (Fase A, B, C)",{"path":130,"title":131},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fcapaian-pembelajaran-cp","Capaian Pembelajaran (CP)",{"path":133,"title":134},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fpembelajaran-berdiferensiasi","Pembelajaran Berdiferensiasi",{"path":115,"title":5},{"path":137,"title":138},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002F.navigation","Kokurikuler",{"path":140,"title":141},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fpanduan-umum","Panduan Umum Kokurikuler",{"path":143,"title":144},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fcontoh-tema-kegiatan","Contoh Tema & Kegiatan per Fase",{"path":146,"title":147},"\u002Fdokumen\u002Fkurikulum\u002Fkokurikuler\u002Fasesmen-pelaporan","Asesmen & Pelaporan Kokurikuler",1793382565498]